<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raudhatul Falihin</title>
	<atom:link href="http://rafacenter.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafacenter.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Mar 2011 08:47:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Training SDA (Sembuh Dengan Al-Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://rafacenter.or.id/training-sda-sembuh-dengan-al-quran/</link>
		<comments>http://rafacenter.or.id/training-sda-sembuh-dengan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 08:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>efi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel/Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar dari Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafacenter.or.id/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Kemusyrikan sudah begitu akut di masyaralat kita. Semua lini kehidupan hampir sudah dimasuki sarana syirik baik sadar mapun tidak. Diantaranya dalam dunia pengobatan. Umumnya di Indonesia jika sudah mentok secara medis, sebagian masyarakat kembali ke penyelesaian spiritual yang salah kaprah. BAGAIMANA ISLAM MENYELESAIKAN PROBLEMA PENYAKIT, BAGAIMANA PENYEMBUHAN SIPRITUAL SCARA ISLAMI?&#8230;&#8230; IKUTI!!!..Traning SDA MATERI PELATIHAN: 1, Definisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemusyrikan sudah begitu akut di masyaralat kita. Semua lini kehidupan hampir sudah dimasuki sarana syirik baik sadar mapun tidak. Diantaranya dalam dunia pengobatan. Umumnya di Indonesia jika sudah mentok secara medis, sebagian masyarakat kembali ke penyelesaian spiritual yang salah kaprah. BAGAIMANA ISLAM MENYELESAIKAN PROBLEMA PENYAKIT, BAGAIMANA PENYEMBUHAN SIPRITUAL SCARA ISLAMI?&#8230;&#8230; IKUTI!!!..Traning SDA</p>
<p>MATERI PELATIHAN:<br />
1, Definisi Ruqyah Syar&#8217;iyyah &amp; beda tipis dengan perdukunan<br />
2, Landasan syar&#8217;i &amp; ilmiyah pengobatan dengan Al-qur&#8217;an<br />
3, Teknik berdialog dan mendakwahi jin pada orang yang kesurupan<br />
4, Ayat ayat untuk mengobati semua penyakit (obat generik), ayat ayat untuk mengobati penyait tertentu (obat spesialis)<br />
5, praktek ruqyah massal<br />
6, praktek ruqyah sendiri-sendiri (dibimbing sampai bisa)</p>
<p>MANFAAT PELATIHAN:<br />
a. bermanfaat untuk kebutuhan diri sendiri &amp; keluarga. (minimal untuk preventif diri sendiri),, karena ruqyah adalah cabang dari ilmu aqidah islam yang mana setiap muslim hendaknya memahami ilmu ini.<br />
b. &#8220;barangsiapa yang bisa menolong orang lain lakukanlah&#8221; (Al-Hadits). maka bagi yang ingin menjadi terapis ruqyah sangat cocok untuk pelatihan ini.</p>
<p>TRAINER;<br />
H. Sumedi Abdul Latif, Lc, C.Ht<br />
* Praktisi ruqyah, bekam herbal, hypnoterapi, EFT/SEFT<br />
* Owner RAFA Klinik, sudah menterapi dan memberikan pncerahan pada<br />
ribuan pasien. praktk sejak tahun 2005.<br />
* Bersertifikat hypnotrapis dari IBH jakarta<br />
* Trainer &amp; Motivator, Direktur RAFA Institute.</p>
<p>PELAKSANAAN :<br />
Ahad, 03 April 2011, Pkl 08.00 s/d 17.00 WIB</p>
<p>INVESTASI :<br />
Rp. 200.000,- Disc 25% untuk pelajar dan mahasiswa</p>
<p>CARA PEMBAYARAN:<br />
transfer ke Bank Muamalat cabang Serang dengan no rek: 9147209999 atas nama Dini Gandhi Rahayu.<br />
setelah transfer SMS ke nomor dibawah (transfer_nominal_tgl_nama). bukti transfer harap ibawa saat pelatihan</p>
<p>CARA DAFTAR VIA SMS;<br />
Ketik: daftar_SDA_nama_alamat lengkap, kirim ke: 0254-7030300 / 08176417885 / 085719405003.</p>
<p>INFO PELATIHAN HUB:<br />
Dini 0254-7030300 (flexi)<br />
May 08176417885 (xl)<br />
Aini 085719405003 (m3)</p>
<p>TEMPAT;<br />
Kampus SMPIA Daarul Huffadz, jl Raya Pandeglang km 4 Dalung Cipocok Jaya Serang Banten</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafacenter.or.id/training-sda-sembuh-dengan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;tikaf : Terminal Isi Ulang Ruhani</title>
		<link>http://rafacenter.or.id/itikaf-terminal-isi-ulang-ruhani/</link>
		<comments>http://rafacenter.or.id/itikaf-terminal-isi-ulang-ruhani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 04:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haikal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel/Opini]]></category>
		<category><![CDATA[i'tikaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafacenter.or.id/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : H. Sumedi Abdul Latif, Lc Awal Perjalanan ruhani manusia; Perjalanan manusia sangat panjang yang melintasi berbagai alam yang diawali dari alam ruh; “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &#8220;Bukankah aku ini Tuhanmu?&#8221; mereka menjawab: &#8220;Betul (Engkau Tuhan kami), Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : H. Sumedi Abdul Latif, Lc</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Awal Perjalanan ruhani manusia;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan manusia sangat panjang yang melintasi berbagai alam yang diawali dari alam ruh;</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WHOWIL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &#8220;Bukankah aku ini Tuhanmu?&#8221; mereka menjawab: &#8220;Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi&#8221;. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: &#8220;Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&#8221;.</em> (<strong>QS. Al-A’raf;172</strong>)<span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Perjalanan ruhani manusia dari alam satu ke alam lain;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barulah setelah itu kita diberangkatkan satu persatu secara bergiliran. Kita tempuh perjalanan panjang, melintasi alam demi alam secra runut. Mulai dari alam <strong>arwah </strong>menuju alam <strong>rahim, </strong>kemudian lahir ke alam <strong>dunia</strong>, kemudian ajal menjemput, beralih ke alam <strong>barzakh. </strong>Disusul penantian panjang menunggu titik kiamat kubra, barulah dibangkitkan serentak di alam <strong>akhirat</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Akhir perjalanan hasilnya berbeda-beda;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akhir perjalanan kita di akhirat berlain-lainan, dari titi minus  tak hingga sampai ke titik plus tak tak hingga. Perbedaan titik capaian akhir ini, sepenuhnya bergantung kepada kinerja prosesi perjalanan hidup kita masing-masing di alam dunia kini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Seruang kasih sayang Allah agar tak tersesat jalan;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Wahai pribadi yang tenang. Irji’i, kembalilah, pulanglah ke haribaan Rabbmu, dalam keadaan rela dan direlai (oleh Rabbmu). Bergabunglah ke dalam kelompok hamba-hambaku yang shaleh, serta masuklah ke dalam taman Jannah-Ku.”</em> (<strong>QS. Al-Fajr:27-30</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Peta jalan keselamatan;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Agar sampai pada tujuan serta mengefektifkan perjalanan perlu adanya peta (penunjuk jalan);</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</em>. (<strong>QS. Ali Imran;31</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Perlu energy agar bisa terus berjalan didalam peta Rosul;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Agar bisa taat asas, selama hidup di dunia ini, terus menerus mampu menapaki jejak Rasulullah SAW, kita memerlukan ruhani tertentu yang biasa disebut taqwa. Kualitas taqwa inilah yang memungkinkan kita senantiasas terjaga, waspada serta hati-hati dalam melangkah sehingga selamat sampai tujuan akhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalahnya, pencapaian derajat taqwa teramat sulit. Perlu perjuangan puluhan bahkan ratusan tahun. Sehingga hanya bisa diraih oleh sekelompok elite tertentu, para Rasul, para Nabi, atau sekurang-kurangnya para auliya, wali-wali Allah. Namun, Maha Suci Allah dengan segala puji hanya untuk-Nya,</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Perlunya rest area agar bisa bertahan pada panjangnya jalan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">sejak tahun ketiga pasca hijrah, ummat islam mendapat fasilitas Ramadhan, sebuah sarana yang paling efektif untuk menajamkan mata batin kita sehingga mengingatkan kembali perjalanan ruhani yang sebenarnya menuju Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Tubuh anak adam dari tanah, ruhnya dari penguasa langit serta dia ciptakan berpasangan. Apabila dia jadikan tubuhnya selalu lapar, selalu terjaga dari tidurnya dan terus berdiri ibadah, Dia akan mendapati ruhnya ringan dan mudah. Kemudian dia akan rindu pada tempat asal dia diciptakan. Jika badan dikenyangkan, dimanjakan dengan kenikmatan-kenikmatan, tidak terjaga dari tidurnya, maka tubuh itu akan melekat kepada tempat dari mana dia diciptakan. </em><strong>(Ibnu Qoyyim Al-Jauzi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Puasa membimbing kita lapar jasmani, jika pelatihan lapar jasmani dilakukan secara intens, maka akan membuka lapar ruhani. Lapar ruhani adalah sebuah api yang menyala dan berkobar yang dilatakkan Allah pada hati hamba-Nya agar ego mereka bisa dibakar. Jika ego sudah terbakar, nyala api itu akan menjadi api kerinduan nan tak kunjung padam. Sang hamba dengan segenap kecintaannya akan mendekatkan diri kepada Allah SWT</em> (<strong>Syaikh Abu Sa’id bin Abi Khair</strong>).</p>
<p style="text-align: justify;">Maka i’tikaf merupakan terminal isi ulang ruhani kita, menajamkan mata hati dan fikiran, memperjelas kembali arah tujuan hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kenapa perlu I’tikaf ?&#8230;</span></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Karena kita sudah relatif jauh dalam perjalanan hidup, banyak hal yang sudah kita lihat dan sudah kita raih, tapi masih banyak pula yang kita keluhkan; rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara – suara gaduh yang memekakkan telinga, tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara banyak pandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat terpotret, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka itu mari kita berhenti sejenak, mari kita I’tikaf, sebagai mana ajakan sahabat Rosul Mu’adz bin Jabal kepada para sahabatnya;</p>
<p style="text-align: justify;">Berkata Mu’adz bin Jabal : “<em>Mari duduklah bersama kami, mari kita beriman sejenak”. </em>(<strong>Kitab Syarh Ibnu Baththal</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita butuh suasana untuk melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman mata hati, membebaskan diri dari rutinitas yang menjemukan yang terkadang mengurangi kepekaan spiritual, melepaskan sejenak beban hidup yang kita pikul selama ini yang mungkin menguras stamina kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga butuh suasana-suasana untuk membuka kembali peta perjalan hidup kita, melihat jauhnya perjalanan yang sudah ditempuh, sisa perjalanan yang masih harus kita lalui, menengok kembali hasil yang sudah diraih, melihat rintangan yang menghambat serta melihat lingkungan yang sudah jauh  berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pebisnis, professional pun melakukan kebiasaan ini, mereka menyebutnya dengan “<strong><em>penghentian</em></strong>”. Tapi para sahabat dan salafussoleh dan para du’at berhak meletakkan kaidah dakwah, menyebutnya dengan “<strong><em>Majlis Iman</em></strong>”. Maka itu kalimat yang popular di mereka adalah : “<em>Mari duduklah bersama kami, mari kita beriman sejenak”.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kita membutuhkan I’tikaf, untuk:</span></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menyeimbangkan kapasitas internal kita dengan perubahan lingkungan yang ada, tujuan yang ingin dicapai dari upaya ini adalah memperbaharui dan mempertajam orientasi kita.</li>
<li>Mengisi ulang energy kita sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat sehingga terkadang menghalangi penglihatan dalam perjalanan ruhani kita menuju Allah.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Maka itu Allah memanggil agar kita menyadari kembali perjalanan ruhani kita;</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik</em>. <strong>(QS. Al-Hasyr:16)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafacenter.or.id/itikaf-terminal-isi-ulang-ruhani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

