Pendidikan Life Skill Rosulullah
27 Agustus 2010
Oleh : H. Sumedi Abdul Latif, Lc
Kalau kita melihat sejarah Rosulullah SAW sejak kecil, kita bisa melihat betapa Allah SWT mendesain Rosulullah untuk menjadi mandiri sejak kecil.
Umur 7 tahun sudah mandiri
Rosulullah SAW ditakdirkan dalam kandungan sudak ditinggal pergi oleh bapaknya Abdullah. umur enam tahun ditinggal ibunya. kemudian tinggal bersama kakeknya Abdul Muthollib yang memiliki anak yang banyak. sehingga pada usia 7 (tujuh) tahun walau tinggal bersama kakeknya beliau mandiri menghidupi dirinya dengan menjadi penggembala kambing milik orang lain dan beliau mendapat upah dari gembalanya.
12 tahun magang berwirausaha dengan pamannya
Setelah kakeknya meninggal , Rosulullah ikut dengan pamannya Abu Thalib. dan profesi pamannya adalah seorang pengusaha yang lingkup bisnisnya sudah mancanegara. dan Rosulullah sering membantu pamannya ikut berdagang lintas negara, ke Yaman, Syam dll.
Umur 20 tahun menjadi pengusaha
Setelah magang dengan pamannya dan bahkan sepeninggal pamannya Rosulullah menjadi pengusaha yang mandiri dan terpercaya. kejujurannya dalam berdagang memiliki daya tarik tersendiri sehingga menjadikan sang pemilik modal Kota Mekah Khodijah ra mempercayakan modalnya untuk dikembang oleh Muhammad Rosulullah SAW. puncaknya sang pemilik modal kepincut dengan kejujuran Rosulullah yang sampai akhirnya dinikahi oleh Rosulullah SAW dengan maskawin 20 ekor unta.
Maka terbentuklah keluarga elit perpaduan sang pengusaha dan pemilik modal. jadilah keluarga kaya raya.
Pelajaran
dari perjalanan hidup rosulullah, kita dapat mengambil kesimpulan betapa Allah SWT mendesain kemandirian Rosulullah sejak kecil. berbeda dengan kebanyakan orang tua kita. anak difokuskan untuk sekolah dan bergelut dengan teori-teori kaku dan mati. bahkan ketika ada anaknya yang mau belajar mandiri oleh orang tuanya dilarang , dengan unagkapan “udah, kamu fokus aja sekolah urusan cari duit tanggung jawab bapak”.
sehingga dikemudian hari sampai besar anak masih bergantung dengan orang tuanya. bahkan sampai mau menikahpun masih mengandalkan orang tuanya.
semoga menjadi renungan bersama bagi kita khususnya para orang tua yang menginginkan masa depan anak-anaknya sukses.
wallahu a’lam
Baca juga :
Komentar




